Rabu, 29 April 2026

Senyap



ditulis di 19 April 2026


Kalau ditanya dimana tempat mu bersembunyi paling sunyi, kamu akan jawabnya dimana? 


sebuah pertanyaan yang kulontarkan pada diriku sendiri ketika pikiranku rasanya terlalu berisik untuk hal-hal yang mungkin hanya saya yang memikirkannya sementara orang lain tidak. Salah satu yang memicunya adalah celutakan salah seorang siswa ku yang cukup akrab beberpa hari yang lalu. Pertanyaannya tidak bisa kujawab dan dia menawarkan solusi lalu saya juga tidak mau. Lalu dia bilang kenapa kak Sri ? 

kenapanya itu yang bahkan dirikupun tidak bisa kujawab. 


di lain sisi bebrapa doa baik selalu masuk di pesan ku dan cukup meyakinkan dari orang-orang yang membuat saya berpikir kenapa mereka aware padahal sepertinya biasa aja. atau memang tidak biasa aja ? 


lagi ngomong apa sih tin. dari sini saya butuh menyepi sepertinya, berhenti sesaat. bebrapa hari yang lalu saya baca buku "Men are Form Venus and Women are from Mars" katanya perempuan itu seperti gelombang memiliki puncak dan lembah. di fisika saya mengenal gelombang itu memiliki fase jadi ada waktu yang ada di puncak dan lembah di waktu yang sama tapi mereka akan datang bergantian tidak sekaligus. mungkin yang mempengaruhi ini adalah hormon perempuan yang naik turun. tapi dalam buku itu saya sedikit tidak setuju bahwa hanya laki-laki yang memiliki "cave" untuk bersembunyi ketika ada masalah dan akan keluar setelah menenangkan diri. menurutku saya pun kadang-kadang butuh itu. I need my own cave. 


salah satu bentuk healing katanya adalah journaling tapi kadang saya akan ada di fase writers block (sok author banget). Tapi menurutku salah satu self healingku adalah mindfulness. Podcats pancatera yang kemarin kunonton itu membahas itu bahwa kadang-kadang itu kita butu mindfulness seperti saat makan tidak nonton apapun, ibadah pun coba dinikimati, shalatnya coba dipelanin harusnya memang shalat nggak balapan sih ya. well and I try dan sangat suka dan menenangkan karena kadang tuh ya sekrang rasanya sangat cepat karena kita terburu-buru. salah satu yang membuat kenapa semuanya harus cepat menurutku karena sosial media yang sangat cepat. 


lalu kata orang-orang bijak hidup yang singkat ini kita butuh bersyukur dan mengapresiasi diri sendiri. I will say thankyou to my self you did working hard. proposal BIMA nya ada yang lolos dan baru aja baca komentar reviewer kek gini ya rasanya kalau kerja keras diapresiasi. 


ini baru tahun pertama saya benar-benar menulis dari nol dan so excited karena dapat kesempatan. kalau dibandingkan orang lain ini nggak seberapa bahakan dananya pun cukup minim tapi ini starting point ku. 


so what next? saya sedang membaca buku berbahasa inggris judulnya the book of two ways dan mau belajar slow reading menemukan uncommon vocabulary. mau belajar slow living biar nggak selalu bilang kok waktu cepar banget? saya habis ngapain aja ? saya membaca nya benar-benar slow kucari semua istilah yang tidak kupahami maknanya. pembahasannya cukup berat, membahas tentang dunia arkeologi di mesir hampir semua istilahnya saya harus buka google gemini untuk paham ini makanya apa karena kalau hanya google translate kadang-kadang nggak nyambung. lalu di sisi lain bukunya membahas tentang konsep-konsep dasar fisika kuantum. dan again saya merasa buku ini memang untuk saya. baru baca 20% tapi sepertinya sudah ada benang merah dari buku ini bahwa kira-kira apa yang akan terjadi jika dulu saya memilih hal lain dalam memilih hidup. Ini tentunya sejalan dengan teori kemungkinan yang kupelajari di fisika kuantum. 


well,  dan untuk hati ku yang belum bisa kudeskripsikan seperti apa, semoga sehat :) 


bebrapa hari lalu juga saya tiba-tiba datang olahraga setelah lama banget nggak pernah datang. terus temanku bertanya "tumben datang, galau ya?" Bagaimana saya menjawab bercandaan itu? bengong tentunya karena saya bahkan tidak tau sedang merasakan apa. Tapi kalau kilas balik kenapa kami memulai badminton mingguan itu di 2023 memang berangkat dari galau kita masing-masing. kayaknya hampir semua nya adalah korban ditinggal nikah. ternyata kardio ini bisa banget menurunkan dopmain kami saat itu hingga berlanjut sampai sekarang karena sudah seperti rutinitas. 





April 29, 2026 / by / 0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give me your response